ALAT PENGUKUR KADAR
KOLESTEROL
TutiWiyati, S.Farm., M.Sc., Apt
Kelompok
4 :
Haifa
Hanifah (A0121068)
Olivia
Oktaviani Hambali (A01210)
Ratna
Octaviani (A0121061)
SEKOLAH TINGGI FARMASI INDONESIA
YAYASAN HAZANAH
BANDUNG
2012 – 2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Kolesterol adalah suatu molekul lemak di dalam sel
dibagi menjadi LDL, HDL, total kolesterol dan trigliserida. Kolesterol
sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak. Lemak merupakan salah satu zat gizi
yang sangat dibutuhkan tubuh kita disamping zat gizi lain seperti karbohidrat,
protein, vitamin dan mineral. Lemak merupakan salah satu sumber energi
yang memberikan kalori paling tinggi. Disamping sebagai salah satu sumber
energi, sebenarnya lemak atau khususnya kolesterol memang merupakan zat yang
sangat dibutuhkan oleh tubuh kita terutama untuk membentuk dinding sel-sel
dalam tubuh.
Dilihat dari struktur kimianya, kolesterol
merupakan senyawa lemak yang kompleks. Sebagian besar kolesterol yang beredar
dalam tubuh manusia dihasilkan dari dalam tubuh (di hati), mencapai 80% dari
total kolesterol. Sisanya (20%) diperoleh dari makanan.
Kolesterol terbagi menjadi dua yaitu kolesterol
LDL yang mengangkut kolesterol dari hati, tempatnya diproduksi ke jaringan
tubuh yang membutuhkan. Sedangkan HDL mengangkut kelebihan kolesterol dari
jaringan dan membawanya kembali ke hati untuk diproses kembali
atau dibuang dari tubuh.
Ada beberapa penyebab kolesterol tinggi
diantaranya adalah usia dan jenis kelamin, pola makan, berat badan, kurang
bergerak, penyakit tertentu, merokok dan riwayat penyakit keluarga.
Kadar kolesterol di dalam darah sangatpenting untuk
tetap dipantau. Karena dengan demikian status kesehatan tubuh kita dapat
terdeteksi lebih awal sebelum kita mendapatkan sinyal keluhan dari
gejala-gejala hiperkolesterol. Kadar kolesterol yang perlu diperhatikan
adalah keseimbangan nilai antara kolesterol HDL dan LDL. Sementara untuk
Trigliserida sendiri pnting pula diperhatikan untuk terpantau harus diangka
yang tetap rendah.
Kadar kolesterol darah bisa dipengaruhi oleh apa yang
kita makan. Jika kolesterol yang ada lebih banyak dibanding mekanisme
alami tubuh untuk menghadapinya, kolesterol bisa menempel dinding dalam
pembuluh darah, membuatnya jadi lebih sempit. Karena digunakan oleh hati
untuk memproduksi kolesterol, konsumsi lemak jenuh dalam jumlah berlebihan bisa
meningkatkan kadar kolesterol darah secara signifikan. Daging merah
berlemak dan produk susu merupakan sumber utama kolesterol dan lemak jenuh dari
makanan. Selain itu, lemak jenuh yang telah digunakan atau telah digoreng,
diasap, diawetkan, atau disimpan, juga tepung telur dan moldly cheese (sering
ditemukan pada makanan siap saji), mengandung jumlah oksi-kolesterol yang
tinggi dan meningkatkan kadar kolesterol darah.
Makanan dan kondisi berikut paling berperan dalam
menyebabkan kadar kolesterol yang tinggi:
1. Kekurangan
asam amino akibat asupan protein berkualitas rendah
2. Kekurangan
antioksidan (vitamin C dan E, selenium, dan seng) akibat rendahnya asupan buah
dan sayuran
3. Kekurangan
biotin dan karnitin (bahan yang berhubungan dengan vitamin B)
akibat pengolahan serelia utuh
4. Kekurangan
asam lemak esensial akibat asuhan lemak berkualitas rendah
5. Asupan
alkohol yang berlebihan
6. Asupan lemak
terhidrogenasi atau lemak olahan secara berlebihan (lemak babi, lemak untuk
kue kering atau shortening ,
minyak biji kipas, minyak kelapa sawit, margarin, dan lain-lain) yang ditemukan
pada banyak makanan olahan
7. Asupan zat
tepung yang berlebihan (jagung, kentang putih, dan lain-lain)
8. Asupan gula
secara berlebihan yan ditemukan pada banyak makanan olahan
9. Kekurangan
serat akibat kurangnya asupan buah dan sayuran
10. Alergi
makanan
11. Kekurangan
hormon (testosteron, DHEA, estrogen, hormon pertumbuhan, dan lain-lain)
12. Disfungsi
hati
13. Meningkatkan
kerusakan jaringan akibat infeksi, radiasi, kerusakan fungsi hati, atau
aktivitas oksidatif.
1.2
Rumusan
Masalah
Bagaimana
cara mengukur kadar kolesterol menggunakan alat pengukur kolesterol?
1.3
Tujuan
Untuk
mengeahui cara pengukuran kadar kolesterol dalam darah
BAB II
ISI
Pemeriksaan
kolesterol dapat dilakukan dengan 2 cara yakni melalui pemeriksaan darah di
laboratorium oleh tenaga medis atau pemeriksaan sendiri dengan alat pemeriksa
kolesterol yang mudah didapatkan di apotek atau toko perlengkapan alat
kesehatan.
Meskipun
pemeriksaan sendiri dengan alat yang dijual bebas di apotek lebih praktis, namun,
tidak sedikit terjadi ketidakcocokan hasil dengan pemeriksaan yang dilakukan di
laboratorium kesehatan.
Pada alat
periksa praktis, hanya menyajikan hasil akhir berupa total kolesterol. Padahal
total kolesterol biasanya terdiri atas 2 faktor penting yaitu LDL dan HDL yang
memiliki fungsi serta pengaruh yang berbeda pada tubuh. Oleh karena itu, banyak
dokter menyarankan pasien untuk memeriksakan kolesterolnya di laboratorium
kesehatan.
Tes
kolesterol yang bisa dilakukan di rumah umumnya hanya untuk mengukur kadar
lemak total dalam darah saja, meskipun ada juga beberapa alat tes yang sudah
dilengkapi untuk mengukur kadar kolesterol baik (High Density Lipoprotein
atau HDL) dan kadar LDL (Low Density Lipoprotein atau kolesterol
jahat).
Ø CardioCheck PA
CardioChek
PA adalahalatpemeriksaankolesterol portable denganberagammacampilihan test
strip yang bisadigunakan. Dengan total 7 macampemeriksaan yang bisadilakukan:
1. Total
cholesterol
2. HDL
cholesterol
3. LDL
cholesterol
4. Triglycerides
5. Ketone
6. Glucosa
7. Creatinine
1. Cara
penggunaan :
Untuk menggunakan tes kolesterol rumah
ini seseorang hanya perlu menusuk jari dengan jarum khusus dan menaruh setetes
darah di selembar kertas yang mengandung bahan kimia di atasnya, setelah itu
dimasukkan ke dalam alat hingga muncul hasilnya.
Cara Pemakainsingkat :
·
Persiapanalat
Sebelummemulai,
pastikanandatelahmempersiapkansemuaperlatan yang diperlukangunamemperlancar
proses pemeriksaan.
Seperti :
1. Alat CCPA
2. Test Strip
3. Memochip
4.Pipet
5.Lancing/Safety lancet
6. Alcohol swab
7. Tissue/kasasteril
8.Gloves
Seperti :
1. Alat CCPA
2. Test Strip
3. Memochip
4.Pipet
5.Lancing/Safety lancet
6. Alcohol swab
7. Tissue/kasasteril
8.Gloves
·
PersiapanPasien
Berikanpijatanringanpadatanganpasiendaripangkaltanganmengarahkeujungjariataurendam
di air hangatuntukbeberapasaatgunamemperlancaralirandarah di tanganpasien yang
akanmempermudahdalampengambilansempeldarah.
·
LanjutanPersiapan
1.
Hidupkanalatdengansalahsatutombolpadaalat.
Setelahselesai booting, layarakanmenampilkan"INSTAL MEMOCHIP"
2.
Setelahitulayarakanmenampilkannomor LOT.
Pastikannomortersebutadalahsamadengan yang terterapadabotol strips.
layarlaluakanmenampilkan "INSERT TEST STRIP"
3.
Layarlaluakanmenampilkan"APPLY SAMPLE".
Andamemilikiwaktu 3 menituntukmengambildarahdanmengaplikasikanyake test strip.
·
Pengambilan sample
1.
Siapakan lancing device atau safety lancet yang
akanandagunakan. Aturkedalaman 4-5 pada pen-lancet untukpemeriksaan Lipid Panel
karenadiperlukan 40ul sample darah.
2.
Bersihkantanganpasiensecaramenyeluruhdenganalkohol
swab, udapkanalkohol swab
searahdaripangkaltangankeujungjarisepertipadasaatpemijatanuntuksterilisasi yang
baik.
3.
Bendungkandarahdiujungjaridantempelkanujung lancet
keareapenusukan agar tidakterlalutengahataumenyamping. lalulakukanpenusukan.
4.
bentukbulatankeciltetesandarahlalubuangtetesandarah
yang pertamadengan tissue keringataukasasteril.
setelahitubentukkembalitetesantetesandarahdankemudianambilsampeltersebutdengan
pipet.
·
LanjutanPengambilan sample
Ambil sample darahdenganmenggunakan
pipet yang disediakan. Ukuran pipet sudahdisesuikandengankebutuhanmasing-masing
test strip, 40ul untuklipip panel. Pipetbersifatkapiler.Jangantekan pipet,
cukupsentuhkanujungnyakepermukaandarah, sample akanterhisapsecaraotomatis.
Pipet akanberhentimengambildarahsaatbanyaknya sample sudahberada di
batasgarispada pipet.
Setelah pipet penuh, teteskansampeldarahke area putihpadates strip "Janganragusaatmenekan pipet. sebisamungkinlangsungtetesakanseluruhsampel yang ada di sdalam pipet dalamsekalitekan". Hal inijarangterjadinamunapabilasampeltidakdapatkeluardari pipet, tutuplubanghalus yang ada di garisbatas pipet denganjarilalutekan pipet lagiuntukmeneteskansampel.
Setelah pipet penuh, teteskansampeldarahke area putihpadates strip "Janganragusaatmenekan pipet. sebisamungkinlangsungtetesakanseluruhsampel yang ada di sdalam pipet dalamsekalitekan". Hal inijarangterjadinamunapabilasampeltidakdapatkeluardari pipet, tutuplubanghalus yang ada di garisbatas pipet denganjarilalutekan pipet lagiuntukmeneteskansampel.
·
PembacaanHasil
Setelah Sample
darahditeteskanakanmenampilkan "TESTING" hasilakanmunculsetelah 1-2
menittergantungjenispemeriksaan yang akandilakukan. Diperlukan 2 menituntukpemeriksaan
Lipid Panel.
2.
Cara Perawatan
a. Alat
Senantiasajagakebersihanalatterutama
di area slot tes strip. Setelahsekaian lama penggunaan,
akanterdapatbercakdarahkeringpada slot. BersihkandenganalkoholdanCooton bud,
sapukankotorankeluardaari slot.UntukbagianEksteriordarialat,
cukupdibersihkandenganalkohol swab.Pasyikanbatereselalu prima
danlepaskanbilaalattidakdigunakandalamwaktu yang cukup lama.
b. Test Strip
·
Simpan Test Strip padasuhu 20"C - 30"C.
·
Janganbiarkanterjemurdanjangandidinginkan.
·
JangansimpanMemoChipdidalambotol strip
karenadapatmenggoresdanmerusakreagen. tetapsimpanMemochipbesertabotol test
strips didalamkotaknya.
·
Janganbiarkanbotoltes trip terbukaterlalu lama,
cepattutupkemblaisetelahpengambilan strip.
·
Janganbuangpengeringdidalambotol.
·
Umurtes strip hanya 3 bulansetelahdibuka,
catattanggalpembukaanbotol
Pertimbangan
lain :
Tapi terkadang hasil yang didapatkan
dari alat test kolesterol yang dapat dilakukan sendiri itu cenderung
membingungkan. Ini mungkin saja terjadi karena pasien tidak puasa terlebih dulu
sebelum melakukan test kadar kolesterol. Sebaliknya apabila melakukan test di
laboratorium, hasil yang di dapat akan lebih akurat karena pasien terlebih dulu
diminta untuk puasa. Maka dari itu, apabila akan melakukan test kadar
kolesterol di rumah, di anjurkan untuk puasa lebih dulu agar dapat menghindari
terjadinya kekeliruan dalam hasil test.
Tapi pengukuran kolesterol melalui jari
ini cukup efektif untuk memantau atau sekedar mengetahui kadar kolesterol yang
dimiliki. Meski pada jangka waktu tertentu tetap dibutuhkan pemeriksaan darah
melalui laboratorium.
BAB III
PENUTUP
3.1
Manfaat
Manfaat dari
alat pengukur kadar kolesterol adalah untuk mengetahui kadar kolesterol
seseorang sehingga diperoleh pengetahuan apakah seseorang itu mempunyai
kolesterol tinggi, normal atau rendah. Hal tersebut bermanfaat sebagai
pencegahan, penanggulangan dan upaya pengobatan selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar